Rujak Sabang: Keunikan dan Nikmatnya Rujak Khas Sabang, Pulau Weh

Rujak Sabang merupakan salah satu kuliner lezat dari Aceh yang memiliki ciri khas dari komposisi dan bumbunya. Makanan khas Sabang ini begitu menggiurkan untuk dicicipi ketika berkunjung ke Sabang. Sebab, rujak asli Aceh ini mempunyai perbedaan dari cara meracik dan bahan-bahannya.

Rujak Kilometer Nol Sabang

Kelezatan Cita Rasa Rujak Sabang Asli Aceh

Rujak juga terkenal dengan sebutan salad buah asli Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki sajian rujak dengan ciri khasnya masing-masing. Di Pulau Sabang, Aceh sendiri mempunyai varian rujak yang begitu fenomenal. Berikut ini unik dan lezatnya rujak legendaris dari Aceh tersebut.

Rujak Bumbu Rumbia Adalah yang Paling Terkenal

Saat ini rujak khas Aceh memiliki banyak sekali varian. Beberapa variasi rujak sudah mengalami banyak inovasi. Baik dari komposisi maupun cara penyajiannya. Salah satu yang paling terkenal dari varian rujak Aceh adalah Rujak Bumbu Rumbia. Lokasinya berada tidak jauh dari Tugu Kilometer Nol Sabang di Aceh. Rujak Bumbu Rumbia ini punya ciri khas yang membedakannya dari jenis rujak lain.

Rujak Pulau Klah Sabang

Khususnya dari bumbu, Rujak Sabang ini menggunakan rumbia atau salak Aceh sebagai pelengkapnya. Berbeda dari rujak lain yang memakai buah pisang batu di bumbunya. Penggunaan bumbu-bumbu alami ini tidak hanya menciptakan cita rasa yang unik. Tetapi juga menambah aroma yang menggugah selera saat hidangan disajikan.

Ingin mengunjungi Tugu Kilometer Nol Indonesia di Sabang, anda bisa mewujudkan keinginan anda dengan paket tour Sabang Aceh berikut:

Selain itu, anda juga bisa menjelajah Aceh dengan berbagai destinasi wisata di Aceh dan Sabang berikut:

Rasa Pedas Manis yang Nagih

Bumbu rujak dengan menggunakan Rumbia memang menghasilkan rasa kelat atau sepat. Namun bumbu tersebut dipadukan dengan gula aren asli dari Aceh. Sehingga akan menghasilkan rasa pedas manis yang dapat membuat pelanggan ketagihan. Pembuatan bumbu rujak ini pun juga langsung di depan pembeli. Sehingga racikan bumbu rujak benar-benar fresh. Membuatnya begitu segar ketika dimakan.

Lihat Juga:

Aroma Rujak yang Khas dan Menggiurkan

Rujak KM Nol Sabang

Rujak Sabang ini memiliki aroma segar yang cukup tajam. Hal ini berkat campuran berbagai macam komposisi bumbu dan buah di dalamnya. Itulah sebabnya, Rujak Bumbu Rumbai di Titik Nol Kilometer Aceh selalu penuh dengan antrian pembeli.

Lihat Juga:

Tekstur Unik yang Memberikan Sensasi Nikmat

Rujak Kilometer Nol Indonesia

Rujak khas dari Aceh ini tidak hanya menghadirkan beragam cita rasa, tetapi juga memiliki tekstur yang unik. Mulai dari kenyal dan segarnya buah-buahan, renyahnya kacang tanah goreng, hingga lembutnya saus rujak. Kombinasi tekstur ini membuat setiap gigitan terasa lebih menarik dan memuaskan. Sehingga mencicipi rujak khas Aceh ini menjadi lebih nikmat dan berkesan.

Lihat Juga:

Perpaduan Komposisi Buah yang Lengkap dan Beragam

Seperti rujak pada umumnya, Rujak Aceh memiliki komposisi buah yang cukup lengkap. Rujak Sabang dikenal karena penggunaan berbagai buah-buahan tropis yang segar dan bervariasi. Beberapa diantaranya seperti mangga, kweni, nanas, bengkoang, an berbagai buah-buahan segar lainnya.

Masing-masing buah tersebut mampu memberikan cita rasa yang bervariasi. Buah-buahan untuk pembuatan Rujak Bumbu Rumbia ini biasanya didapatkan dari Kota Medan. Sehingga bahan-bahan tersebut cenderung masih segar.

Lihat Juga:

Kandungan Gizi yang Baik dari Buah-buahan Tropis

Buah-buahan tropis yang ada di dalam rujak khas Aceh kaya akan nutrisi penting seperti vitamin, serat, dan antioksidan. Mangga mengandung vitamin C dan A, nanas kaya akan bromelain dan vitamin C Kemudian jambu biji mengandung vitamin C dan serat, sementara jeruk memberikan vitamin C dan flavonoid. Dengan mengonsumsi rujak Aceh ini, selain menikmati rasanya segar, juga mendapatkan manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh.

Sajian Kuliner yang Memberikan Kesejukan dan Kesegaran

Rujak dari Aceh sering tersaji dalam keadaan dingin atau dengan es batu. Sehingga memberikan sensasi kesejukan dan kesegaran saat disantap, terutama pada cuaca yang panas. Kesejukan ini menambah kenikmatan dan kesegaran berkat berbagai komposisi buah dan bumbunya. Es batu juga dapat mengawetkan tekstur buah-buahan. Sehingga dapat membuat kondisi buah tetap segar.

Sentuhan Tradisional di Pembuatan Rujak Aceh

Mengonsumsi rujak Aceh ini bukan hanya tentang memuaskan selera. Tetapi juga merasakan kehangatan dan keaslian tradisionalnya. Proses pembuatan rujak dilakukan dengan cara manual, serta penggunaan bahan-bahan alami yang masih dijaga keasliannya. Sehingga memberikan rasa segar, nikmat, dan kental akan cita rasa bumbu khas Aceh.

Lihat Juga:

Lezat untuk Dijadikan Sebagai Hidangan Penutup

Rujak Sabang ini juga fleksibel sebagai makanan camilan maupun hidangan penutup. Di daerah asalnya, rujak ini kerap kali menjadi sajian di berbagai acara adat. Selain itu juga menjadi jajanan paling populer. Tentunya berkat rasanya yang menyegarkan dan nikmat. Terutama ketika disantap saat musim panas.

Meskipun demikian, permintaan dan minat pembeli tidak terbatas hanya di musim tersebut. Terbukti dengan lapak Rujak Bumbu Rumbai di Nol Kilometer Aceh yang selalu buka setiap hari.

Lihat Juga Makanan Khas Lain di Sabang:

Tersedia Secara Kemasan

Mengikuti perkembangan yang semua serba instan, sekarang banyak beredar Rujak Aceh dengan packaging yang lebih modern. Kemasan ini memungkinkan rujak dapat bertahan dalam waktu yang relatif lebih lama, meskipun tanpa bahan pengawet. Dengan inovasi ini, memungkinkan pembeli bisa memesannya secara online. Sehingga pembeli dari luar Aceh pun dapat menikmati segar dan uniknya rujak yang fenomenal tersebut.

Lihat Juga:

Demikianlah deretan kenikmatan dan keunikan dari cita rasa Rujak Sabang yang begitu terkenal. Tidak hanya aromanya saja yang menggoda, namun rasanya mampu menghipnotis lidah pembeli. Membuatnya sangat populer di Aceh dan seluruh Indonesia. Menjadikannya salah satu kuliner yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Aceh.

40 Kuliner & Makanan Khas Aceh, Hidangan & Masakan Traditional Aceh yang harus anda coba

Makanan Khas Aceh memiliki banyak ragam. Wisatawan dalam berkunjung ke Aceh pastinya ingin melihat tempat menarik di Aceh dan juga menikmati kuliner di Aceh. Di Banda Aceh anda bisa menikmati berbagai kuliner atau makanan khas Aceh dan juga minuman khas Aceh dengan cita rasa yang khas. Masakan Aceh di setiap daerah dan kabupaten di Aceh terdapat masakan khas tersendiri. Misalnya di Aceh Besar terdapat masakan khas Aceh Rayeuk dengan berbagai menu. Di Aceh Selatan juga terdapat masakan khas tersendiri dan juga terdapat makanan khas seperti kue manisan pala. Di sabang sendiri, juga terdapat masakan & kuliner Sabang yang khas seperti Sate Gurita dan lain sebagainya disamping pengunjung menikmati keindahan tempat wisata di Sabang yang indah dan eksotis.

kuliner di aceh

Makanan khas Aceh memiliki berbagai jenis masakan dan makanan tradisional yang khas dengan resep yang berasal dari warisan nenek moyang. Mayoritas masyarakat Aceh beragama Islam di mana masyarakat Aceh menyediakan makanan dan masakan yang halal. Masyarakat Aceh pada umumnya mengkonsumsi nasi yang dipadu dengan beberapa masakan utama seperti sayur, daging sapi, daging kambing, daging kerbau, ikan, daging ayam, daging bebek dan lain sebagainya.

kuliner khas aceh

Bagi anda yang ingin mengunjungi dan menikmati wisata kuliner Aceh seperti Mie Aceh, Kopi Aceh, Kari Aceh dan kuliner khas Aceh yang lain, sebelumnya anda boleh memesan paket wisata Aceh atau juga Paket Tour Sabang Aceh yang kami kemas juga termasuk wisata kuliner ada di dalam paket tersebut. Silahkan anda melihat paket wisata yang kami tawarkan berikut:

Bagi anda yang ingin mencoba tour Aceh dengan beragam aktivitas wisata, anda bisa melihat program paket tour Aceh dan dolphin trip Sabang berikut:

Masakan dan kuliner khas Aceh yang berbentuk makanan dan minuman sudah sangat terkenal hingga ke luar negeri. Makanan khas Aceh mulai digemari oleh banyak pengunjung ke Aceh karena memang masakan dan makanan Aceh mempunyai keunikan dan kelezatannya sendiri. Makanan khas Aceh pada umumnya tidak menggunakan bahan pengawet yang dapat membahayakan tubuh anda, umumnya menggunakan bahan alami seperti bumbu dari rempah-rempah yang berasal dari Aceh sehingga menghasilkan aroma yang khas.

Dengarkan apa yang tamu katakan tentang kuliner di Aceh setelah kami membawa menikmati masakan dan makanan khas Aceh
Mengapa anda harus ke Aceh? Dengarkan testimoni dari tamu asal Malaysia

Makanan khas Aceh dapat dinikmati di beberapa restauran khas Aceh baik di Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar maupun daerah lain di Aceh seperti Sigli, Bireuen, Takengon dan lain sebagainya. Pada perayaan hari besar maupun acara perkawinan ataupun pesta rakyat, anda bisa menikmati banyak sekali makanan khas Aceh.

Berikut kami akan mengulas 40 saja makanan khas Aceh yang bisa anda coba. Namun di samping itu, masih banyak masakan dan kuliner Aceh yang belum kami masukkan kedalam list berikut, yang kami masukkan ini adalah makanan yang khas dan mudah di dapat baik di Banda Aceh, Aceh Besar maupun di Sabang. Berikut 40 kuliner khas Aceh:

  • 1. Ayam Tangkap

Ayam Tangkap merupakan salah satu makanan khas Aceh yang terkenal. Masakan ini begitu menarik untuk anda coba yaitu Ayam Goreng yang telah dibumbui dan digoreng bersama daun rempah-rempah yang beraroma wangi dan akan mengunggah selera makan anda. Biasanya ayam tangkap ini disajikan dengan kari kambing, kecap dan sebagainya.

Ayam ini dimasak dengan cara dipotong ke beberapa potong dan ada juga yang memotongnya kecil-kecil, kemudian ayam tersebut diungkep dalam bumbu khas. Setelah itu, ayam tersebut digoreng dan dihidangkan bersama dengan daun pandan, cabe hijau dan daun kari khas Aceh yang digoreng dalam tempat yang sama.

paket wisata aceh

Rasa ayam tangkap ini berbeda dengan ayam goreng biasa. Ayamnya lebih renyah dan gurih dengan aroma yang khas. Ayam tangkap ini juga bisa dinikmati dengan menambahkan sedikit kecap, cabe rawit dan jeruk nipis.

Ayam tangkap memiliki cita rasa yang enak dan gurih. Ditambah dengan aroma dari rempah-rempah seperti daun serai, daun jeruk, daun kari, daun pandan dan lainnya membuat makanan khas Aceh ini sangat nikmat.

  • 2. Mie Aceh

Mie Aceh merupakan makanan khas Aceh yang sudah populer hingga mancanegara. Walaupun sudah bisa ditemukan di beberapa kota di Indonesia, namun rasa khasnya akan berbeda jika anda mencobanya di daerah aslinya dimana rasanya lebih orisinil dan lezat.

Mie Aceh saat ini telah menjadi masakan favorit dikalangan masyarakat Aceh. Tidak hanya masyarakat Aceh, Mie Aceh saat ini juga digemari oleh wisatawan dari luar Aceh. Mie Aceh ada banyak variasi masakan seperti Mie Rebus, Mie Goreng, Mie Goreng Basah dengan bumbu dan berbagai rempah-rempah dan sayuran yang dimasak sekaligus.

Untuk menambah kenikmatan, Mie Aceh juga dicampur dengan kepiting, tiram, telur, udang, daging sapi, lobster, cumi-cumi, tuna dan sebagainya. Namun tambahan diatas tidak dimasak sekaligus, bergantung kepada selera konsumen. Misalnya Mie Aceh Kepiting, yang dimasak hanya mie Aceh dan ditambahkan kepiting.

  • 3. Kari Aceh

Kari Aceh merupakan salah satu masakan Khas Aceh yang paling terkenal di Aceh. Tidak hanya dijual di warung makan khas Aceh, tetapi hampir setiap acara seperti kenduri, resepsi pernikahan, dan acara-acara sosial masyarakat dan budaya selalu menyajikan makanan ini.

paket wisata aceh

Kari Aceh juga dikenal dengan “kuah beulangong” denagan bahan utama daging sapi atau daging kambing. Masakan ini cukup banyak bumbu dan rempah-rempah yang dimasak. Selain itu, tambahan lain berupa buah nangka muda, buah pisang muda, kelapa gongseng dan banyak lagi yang lainnya sehingga membuat masakan ini sangat spesial.

paket liburan ke aceh

Dengan cara tradisional, Kari Aceh dimasak dalam satu kuali besar menggunakan bahan bakar kayu sehingga akan lebih istimewa rasanya dibandingkan dengan memasak menggunakan gas. Tidak hanya di restoran khas Aceh, masakan ini juga bisa anda jumpai di acara adat, pesta perkawinan, hajatan dan lain sebagainya.

Lihat Juga:

  • 4. Kopi Aceh

Aceh terkenal dengan sajian kopinya yang enak dengan citarasa yang khas. Salah satu komoditas kopi, yaitu Kopi Gayo Arabika yang sudah sangat terkenal secara international yang merupakan salah satu kopi organik terbaik di dunia. Selain kopi arabika juga terdapat kopi robusta dan lain sebagainya.

Kopi Aceh sudah menjadi minuman utama masyarakat Aceh tidak hanya di rumah, di kantor juga di warung kopi. Di Banda Aceh sendiri, dikenal sebagai kota seribu warung kopi di mana anda akan menemukan banyak sekali warung kopi. Ada warung yang berdekatan dan bersebelahan. Saat ini warung kopi di Banda Aceh bisa anda temukan baik warung kopi tradisional hingga modern.

Minum kopi di warung kopi di Aceh telah menjadi budaya. Tidak hanya agenda minum kopi, tetapi saat menikmati kopi banyak orang juga membicarakan hal-hal lain sambil menikmati kopi seperti hal-hal berkaitan percakapan tentang sosial, bisnis dan lain sebagainya. Anda bisa menikmati kopi hitam maupun kopi sanger yang saat ini sudah populer.

Citarasa kopi Khas Aceh menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan dan semakin diminati baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak juga wisatawan membawanya sebagai oleh-oleh khas Aceh. Ada beragam jenis kopi yang bisa anda beli di pusat oleh-oleh baik kopi bubuk maupun bean.

Adapun jenis kopi seperti kopi luwak arabika, wine coffee, king gayo, peaberry, honey, arabika speciality, Arabica blend, Arabica woos, green arabika, dan berbagai racikan kopi robusta. Harganya pun berbeda-beda tergantung kepada kualitas dan rasa. Jenis kopi Aceh diatas bisa anda dapatkan di pusat-pusat souvenir di Banda Aceh.

Lihat Juga:

  • 5. Gule Pliek U

Gule Pliek U merupakan masakan khas Aceh yang banyak digemari baik oleh masyarakat Aceh maupun wisatawan yang ingin mencobanya. Gule Pliek U merupakan sejenis kuah sayur yang disajikan dengan campuran berbagai bahan seperti buah nangka muda, buah papaya muda, daun dan buah melinjo, kacang panjang dan ada juga menambahkan bahan seperti rebung kecombrang, bunga kala dan lain sebagainya dan di campur dengan pliek yaitu kelapa yang dibuat khusus tanpa minyak.

Di samping sayur dan buah yang dicampurkan kedalam kuah, Gule Pliek U juga ada yang menambahkan udang dan siput laut atau juga sering disebut tutut laut. Setelah masak, Pliek U ini disajikan dengan nasi. Rasanya yang unik dan tentunya sangat lezat dengan aroma yang khas membuat nafsu makan anda jadi bertambah.

paket tour aceh

Gule Pliek U ini sangat mudah ditemukan di warung masakan khas Aceh baik di Banda Aceh maupun Aceh Besar. Menikmati kuliner khas Aceh yang satu ini, menjadi daya tarik dan pengalaman mencicipi kuliner tradisional yang sudah ada di Aceh sejak dulu.

Lihat Juga:

  • 6. Rujak Aceh

Rujak Aceh merupakan salah satu makanan khas Aceh. Rujak ini juga dibuat menjadi salah satu minuman khas Aceh. Rujak Aceh terbuat dari campuran buah-buahan segar yang sudah dipotong-potong seperti buah mangga, timun, papaya, bengkuang, kuini, nenas, buah kedongdong dan lain sebagainya. Yang membedakan Rujak Aceh dengan rujak lain adalah bumbunya yang khas. Diracik dengan menambahkan  buah batok, rumbia dan pisang batu yang sudah dihalus dan dicampur dengan manisan dan bumbu-bumbu lain.

Rujak Aceh memiliki rasa yang khas dan begitu nikmat di mulut. Makanan ini merupakan salah satu makanan yang wajib anda coba jika anda berkunjung ke Nanggroe Aceh Darussalam.

Rujak Kilometer Nol Sabang

Di setiap daerah di Aceh misalnya Blang Bintang, Rujak Blang Bintang memiliki cita rasa yang lebih nikmat. Jika anda mengjungi Tugu Nol Kilometer Indonesia, disini terdapat Rujak khas KM Nol yang rasanya sedikit berbeda dengan rujak Blang Bintang.

Selain Rujak buah potong, juga terdapat rujak parutan buah yang dijadikan sebagai minuman.

  • 7. Engkot Keumamah

Eungkot Keumamah merupakan salah satu kuliner khas Aceh yang sudah banyak dikenal orang. Masakan Khas Aceh ini merupakan ikan tuna baik tongkol maupun cakalang yang telah direbus dan dijemur atau dikeringkan. Setelah itu, ikan keumamah yang dikenal juga sebagai ikan kayu kerena memiliki tekstur keras setelah proses pengawetan ini diiris kecil-kecil. Setelah itu ikan tersebut dimasak dengan bumbu khas Aceh.

Adapun bahan untuk memasak yaitu santan kelapa, cabe hijau, kentang yang dipotong-potong dan campuran bumbu rempah-rempah Aceh seperti Asam Sunti yaitu belimbing yang dikeringkan, bawang putih, jahe, serai dan lain sebagainya. Kemudian dimasak dan disajikan dengan nasi.

Makanan tradisional Aceh ini merupakan salah satu kuliner khas Aceh yang paling diminati. Saat ini sangat mudah ditemukan di warung makan atau restoran khas Aceh. Tidak hanya makanan yang dimakan oleh para pahlawan Aceh dahulu, namun sajian khas ini juga sangat populer dari masa ke masa.

Saat ini, keumamah juga tersedia dalam bentuk kemasan yang diperuntukkan untuk souvenir oleh-oleh khas Aceh. Oleh-oleh makanan khas Aceh ini bisa anda peroleh di pusat oleh-oleh di Banda Aceh baik dalam bentuk ikan keumamah saja atau yang sudah dimasak dan dibungkus dalam kemasan.

  • 8. Sie Reuboh

Sie Reuboh merupakan masakan berupa daging rebus dengan rasa yang khas namun tidak mengandung banyak rempah-rempah dan dimasak dengan mencampur sedikit cuka.

Sie Reuboh merupakan salah satu kuliner khas Aceh Besar. Masakan ini paling sering dijumpai saat Meugang (tradisi menyembut Bulan Puasa Ramadhan) dan Qurban. Makanan ini berupa daging dan lemak yang diracik dengan berbagai bumbu khas sehingga makanan ini bisa bertahan hingga jangka yang lama, biasanya sampai satu bulan. Kegunaaan lemak tadi membuat masakan ini jadi beku setelah dimasak sehingga bisa bertahan lama.

Sie Reuboh saat ini banyak digemari oleh masyarakat Aceh. selain itu, masakan khas Aceh Besar ini juga sudah banyak disediakan di rumah makan khas Aceh.

Aroma Sie Reuboh dengan wangi cuka memang sangat khas. Rasanya gurih dan bisa disantap langsung dengan nasi. Masakan ini hanya tersedia di beberapa restoran khas Aceh khususnya Aceh Besar.

  • 9. Sambai Udeueng

Sambai Udeung atau juga dikenal dengan Asam Udeung merupakan salah satu sambal populer di Aceh. rasanya yang enak dan nikmat bila disantap dengan nasi. Sambal ini memiliki bahan dasar belimbing segar, udang kecil, bawang dan bumbu lain.

Wisatawan sering menyebutnya dengan Sambal Ganja, padahal sambal tersebut tidak mengandung ganja, melainkan karena kuah dan sambalnya membuat ketagihan yang memakannya. Aceh memang terkenal karena merupakan salah satu daerah dengan makanan lezat.

  • 10. Kanji Rumbi

Kanji Rumbi merupakan bubur khas Aceh dimana dimasak dengan bahan utama beras dan rempah-rempah yang khas. Selain bahan diatas, juga bisa ditambahkan bahan lain seperti ubi, kentang, kacang tanah dan sebagainya. Di bulan puasa, anda akan menemukan banyak sekali di desa-desa di Aceh yang membuat kanji ini.

Kanji rumba ini tidak hanya bisa ditemukan saat bulan puasa, yang mungkin sedikit berbeda rasanya. Kanji rumba yang dimasak pada bulan puasa umumnya berwarna kecoklatan dengan banyak sekali rempah-rempah yang sebagian rempah-rempah tersebut kurang familiar karena didapat dari tanaman-tanaman yang ada di hutan.

Kanji rumba yang umum dinikmati selain pada bulan puasa adalah kanji rumbi yang berwarna putih dengan banyak tambahan seperti ubi, ketela, kacang dan lain sebagainya yang menjadi citarasa yang khas. Kanji rumba juga sering dihidangkan jika ada acara perkawinan, kenduri laut dan sebagainya.

Lihat Juga:

  • 11. Tumeh Tirom

Tumeh Tirom atau dalam Bahasa Indonesia disebut tumis tiram merupakan salah satu masakan khas Aceh. mengapa menjadi khas, karena pembuatannya menggunakan Asam Sunti. Untuk menyantap masakan ini biasanya disajikan dengan nasi putih.

Tumeh Tirom ini bisa anda jumpai di rumah makan khas Aceh baik di Banda Aceh maupun di Aceh Besar. Makanan ini tergolong kedalam makanan seafood yang kaya gizi.

  • 12. Asam Keueng

Asam Keueng adalah salah satu makanan khas Aceh. Bagi masyarakat Aceh gulai asam yang satu ini memang menjadi favorit masyarakat disana. Makanan ini pun sangat mudah ditemukan bahkan untuk menu sehari-hari sekalipun. 

Asam Keueng adalah hidangan khas Aceh yang kaya akan cita rasa. Ia adalah semacam sup yang terbuat dari ikan segar, campuran rempah-rempah seperti jahe, serai, daun salam, serta bumbu khas Aceh seperti lengkuas dan ketumbar. 

Hidangan ini memiliki rasa gurih dan pedas yang khas, ditambah dengan sentuhan asam dari tambahan belimbing wuluh atau asam gelugur. Proses memasaknya yang memadukan bumbu-bumbu tradisional dengan cita rasa ikan yang lezat membuat Asam Keueng menjadi hidangan yang menggugah selera dan menjadi favorit di Aceh, serta sering dinikmati bersama nasi putih hangat.

Jika biasanya gulai memiliki warna agak kemerahan, namun gulai asam pedas ini justru memiliki warna kuning yang dihasilkan dari kunyit. Cara pembuatan makanan berkuah kuning ini pun cukup mudah. 

Makanan ini terbuat dari ikan, belimbing wuluh, dan bumbu-bumbu khas Aceh yang dimasak dengan kuah asam pedas. Masakan ini memiliki cita rasa yang unik dan segar, dengan perpaduan rasa asam, pedas, dan gurih yang menggugah selera. Kuah tersebut bisa dicampurkan dengan berbagai jenis lauk. Mulai dari ikan tongkol, bandeng, udang atau sejenisnya.

Untuk masyarakat Aceh menu masakan berkuah ini sangat populer. Bahkan memiliki rasa masam dan pedas favorit masyarakat disana. Untuk para wisatawan yang berkunjung ke Aceh, sebaiknya sempatkan untuk mencicipinya. Masakan ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk Anda yang ingin menikmati masakan yang segar dan menggugah selera.

Lihat Juga:

  • 13. Dendeng Aceh

Dendeng Aceh merupakan salah satu oleh-oleh sekaligus makanan khas Aceh. Ketika berkunjung, sebagian besar para pelancong akan mencari dan membeli dendeng sebagai buah tangan untuk sanak family di rumah.

Dendeng ini terbuat dari daging sapi atau rusa. Ada banyak pilihan rasa yang bisa disesuaikan dengan selera, seperti rasa kari, asin, hingga manis.

Dendeng bisa kita sajikan dengan berbagai macam olahan, mulai dari dendeng goreng, dendeng sambal balado, dan masakan lainnya. Selain rasanya yang nikmat dan lezat, dendeng aman kita konsumsi setiap hari.

Pasalnya, pada pengolahannya tidak menggunakan bahan pengawet. Selain itu, dapat bertahan selama tiga bulan.

Biasanya, dendeng dijual per kilogram. Rata-rata harga jual dendeng per kilogramnya bisa mencapai ratusan ribu.

Hal ini sesuai dengan jenis dagingnya. Umumnya, dendeng yang terbuat dari daging rusa cenderung lebih mahal.

Cara pembuatan dendeng terbilang simpel. Pertama, daging segar kita iris tipis lalu dikeringkan. Selama proses penjemuran berlangsung, daging dicampur dengan berbagai macam bumbu tradisional, seperti gula, ketumbar, dan bumbu lainnya.

Ketika dendeng sudah kering, selanjutnya masuk ke tahap penggorengan. Melalui proses penggorengan inilah, dendeng bisa lebih awet karena memperlambat pertumbuhan bakteri.

Resep pembuatan olahan daging ini dari nenek moyang dan sudah turun temurun sejak zaman dulu. Pada masa kerajaan, pelaut Aceh menyantapnya sebagai hidangan saat berlayar.

Lihat Juga:

  • 14. Sate Gurita Sabang

Sate gurita Sabang merupakan salah satu makanan khas Sabang yang cukup populer, terutama di kalangan para wisatawan. Sesuai dengan namanya, sate ini terbuat dari daging gurita.

Hal inilah yang membedakannya dengan sate-sate pada umumnya. Dimana, menggunakan daging ayam, kambing, sapi, hingga domba sebagai bahan utamanya.

Saat berkunjung ke Sabang, Anda bisa menemukannya dengan sangat mudah. Pasalnya, sudah banyak pedagang pinggir jalan yang menawarkan sate gurita ini.

Waktu yang paling cocok untuk menyantap sate gurita, yakni saat malam hari. Apalagi jika menikmatinya sembari melihat pemandangan pinggir laut. Tentunya jadi pengalaman seru yang tak terlupakan.

Sate gurita ini memiliki tekstur daging yang kenyal dan gurih. Memiliki bumbu kacang yang kental dengan campuran aneka bumbu. Anda bisa menyantapnya dengan nasi, ketupat, atau lontong.  

Selain disajikan dengan bumbu kacang, sate gurita ini juga bisa Anda nikmati bersama guyuran bumbu Padang.

Pembuatan bumbu Padang untuk sate gurita, hampir sama dengan sate Padang lainnya. Campuran bumbu yang digunakan seperti kunyit, cabai merah, jintan, tepung beras, dan sagu.

Soal rasa tak perlu Anda ragukan. Anda bisa merasakan perpaduan sate gurita yang manis, lezat, dan lembut.

Satu porsinya terdiri dari lima sampai tujuh tusuk sate. Dalam penyajiannya, sate gurita dan lontong diguyur dengan bumbu kacang atau bumbu Padang di atasnya. Supaya semakin lengkap, Anda bisa menyantapnya dengan tambahan kerupuk.

Lihat Juga:

  • 15. Bhoi

Bhoi merupakan salah satu kue khas Aceh yang memiliki bentuk sangat unik. Pasalnya, kue ini menyerupai bentuk ikan dan teksturnya sangat lembut. Sehingga terasa sangat nikmat jika Anda seruput bersama secangkir kopi.

Kuliner tradisional memang seringkali menawarkan keunikan untuk membangkitkan keinginan menikmati serta menjadikannya sebagai menu pilihan. Nah, ternyata ada beragam makanan tradisional khas yang masih patut Anda lestarikan serta menjadi pilihan masyarakat Aceh.

Salah satu kuliner khas yang masih memiliki banyak peminat dan menjadi produk yang laris yakni Kue Bhoi. Kue ini memang hampir sama dengan kue bolu. Namun tampak memiliki perbedaan dari bentuk serta teksturnya. Namun kelezatan makanan khas ini tidak kalah saing dengan cake maupun bolu-bolu pada umumnya.

Masyarakat Aceh tidak akan meninggalkan kue ini saat acara perayaan tertentu. Bahkan juga termasuk jenis kue yang masyarakat Aceh sukai. Aceh yang cukup populer sebagai keramahtamahan, kesopanan, serta rasa hormatnya saat menyambut tamu. Sehingga beragam kue khas dari masyarakat Aceh selalu menjadi hidangan andalan untuk menyajikannya sebagai menu utama.

Bahkan menurut sejarah, kue satu ini termasuk kue hidangan bagi para tamu-tamu istimewa Sultan Iskandar Muda. Khususnya pada saat perayaan acara besar maupun acara adat seperti perkawinan. Kue Bhoi yang khas ini bisa bukan hanya memiliki cita rasanya yang membuat Anda ketagihan. Namun berkat keunikan bentuknya, dijamin banyak yang menyukai hidangan kue ini. 

Lihat Juga:

  • 16. Bak Pia Sabang

Bak Pia Sabang merupakan kue tradisional khas yang dicari ketika berwisata dari mulai Sabang sampai ke Aceh. Kepopulerannya tidak hanya sebatas wisatawan local, namun sampai ke wisatawan internasional. Cita rasanya yang memiliki keunikan inilah yang membuatnya menjadi pilihan untuk oleh-oleh.

Asal mula kue ini berasal dari Tionghoa, lalu menyebar hingga sampai ke daerah tanah air. Awalnya kue ini diberikan isian daging, lalu seiring berkembangnya waktu isiannya semakin beragam. Bahkan cita rasanya juga bergeser kearah legit menyesuaikan lidah masyarakat.

Campurannya menggunakan tepung yang dipanggang dengan berbagai varian untuk isi. Untuk isian paling populer ada kacang hijau, setelah itu muncul berbagai rasa-rasa menarik. Mulai dari rasa buah durian, nangka sampai kopi. Banyaknya varian tersebut memudahkan orang untuk memilih berdasarkan selera masing-masing.

Bagi masyarakat Banda Aceh kue pia ini bisa ditemukan dengan mudah di berbagai tempat. Warung-warung sampai kedai kopi menyajikannya untuk teman ngopi. Sehingga ketika Anda berkunjung bisa membeli untuk dijadikan buah tangan.

Meski termasuk ke kue tradisional Aceh ini kering yang menuju basah, ketahanan kue ini cukup lama. Kualitas terbaik bisa bertahan kurang lebih satu minggu. Rasanya tidak akan mengalami penurunan kualitas sama sekali. Sebab itu, Anda bisa membawanya pulang ke rumah untuk buah tangan keluarga dan kerabat. Dijamin cita rasa khasnya akan mengingatkan pada pengalaman liburan Anda.

  • 17. Ade Kak Nah

Ade Kak Nah khas Aceh memiliki tekstur kenyal dengan rasa yang manis legit. Menariknya, kue tradisional ini terbuat dari singkong atau ubi dengan bahan dasar tepung terigu. Jika Anda berkunjung ke Serambi Mekah maka wajib mencobanya langsung.

Ketika berkunjung ke daerah-daerah kita tentu wajib mencoba makanan khas masyarakat setempat. Seperti ketika berkunjung ke Aceh ini, mereka menawarkan deretan makanan khas dan camilan dengan rasa yang tidak akan terlupakan. Kue ini mirip dengan bika namun menggunakan bahan yang berbeda.

Tenang saja, kue khas Aceh ini hanya bisa ditemukan pada bulan Ramadhan atau acara besar lainnya. Sekarang kita bisa membelinya dengan mudah, pasalnya orang yang berwisata ke Aceh akan tertarik membelinya. Sehingga banyak toko oleh-oleh menyediakannya untuk pembelian jumlah banyak atau kecil sekalipun.

Nama kue tradisional Aceh ini berasal dari pembuatnya yaitu Hj. Rosna H Yahya, lalu diberikan nama Kak Nah. Sejak tahun 1982 kue ini dibuat dan masih bertahan sampai sekarang tanpa berubah cita rasa. Banyak pengunjung yang pergi ke Aceh penasaran dan membawa pulang kue ini untuk buah tangan.

Jajanan tradisional ini akan disajikan di atas dengan loyang. Ukurannya juga bervariasi, semakin besar maka harganya akan semakin mahal. Oleh-oleh seperti ini akan memberikan kesan mendalam karena membawa cita rasa khas Aceh, yang pasti rasanya sangat legit.

  • 18. Timphan

Timphan merupakan kue tradisional khas Aceh yang hadir untuk menyambut tamu pada hari-hari khusus. Misalnya ketika lebaran atau hari raya lainnya, kenangan mengenai makanan ini tidak mudah luntur. Jadi pastikan Anda mencoba langsung ketika sudah berada di kawasan Aceh, karena rasanya jelas akan lebih berbeda daripada membuat sendiri.

Kue basah ini memiliki tekstur yang kenyal dan wangi. Hal ini karena pembuatannya menggunakan tepung beras dicampur dengan santan kelapa dan pisang sebagai bahan utama. Setelah itu dibungkus dengan menggunakan daun pisang yang masih muda, aromanya akan semakin wangi ketika dimasak dengan mengukusnya.

Setelah matang kue ini memiliki tekstur lembut dan wangi. Kudapan kue ini juga muncul pada pesta pernikahan dan dinantikan untuk disantap dengan menyenangkan. Beberapa variasi kue basah ini diberikan isian seperti kelapa manis dan buah srikaya.

Kebanyakan orang yang mencoba membuatnya sendiri dirumah tidak memiliki rasa khas seperti yang ada di Aceh. Tentu saja proses pengolahan asli masyarakat setempat membuatnya memiliki rasa lebih istimewa. Pastikan Anda nanti mencoba untuk merasakan bagaimana kue ini aslinya.

Bentuknya mirip seperti lontong namun lebih kecil dan tekstur yang lembek dan lengket. Untuk rasa dijamin akan membuat Anda ketagihan tentu saja. Memakannya bersama secangkir teh pada pagi atau sore hari akan menambah kenikmatan bersama kerabat.

  • 19. Dodol Aceh

Dodol Aceh ialah kue khas Aceh yang sangat terkenal di provinsi Aceh, memiliki cita rasa dan tekstur yang unik, menjadikannya favorit sebagai camilan di kalangan banyak orang. 

Dodol Aceh berasal dari Provinsi Aceh, berlokasi di ujung barat Pulau Sumatera. Makanan ini telah memiliki sejarah panjang dalam budaya Aceh dan menjadi bagian integral dalam warisan kuliner daerah tersebut. 

Dodol Aceh diperkenalkan oleh masyarakat Aceh pada abad ke-16 dan terus menjadi salah satu makanan yang paling diminati dan dihormati hingga kini.

Dodol Aceh terbuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Bahan utamanya meliputi kelapa parut, gula merah, dan tepung ketan. Beberapa resep menggabungkan bahan tambahan seperti kacang tanah, biji salak, atau pisang untuk menambahkan variasi rasa dan tekstur. Tepung ketan memberikan tekstur kenyal pada dodol, sementara gula merah memberikan cita rasa manis yang khas.

Pembuatan Dodol Aceh memerlukan keahlian dan kesabaran. Pertama-tama, kelapa parut diperas untuk mendapatkan santannya yang kemudian dimasak bersama gula merah hingga larut dan mengental. Berikutnya, tepung ketan ditambahkan ke dalam adonan, yang terus diaduk hingga padat. Proses ini memakan waktu lama karena adonan harus terus diaduk dan dijaga agar tidak gosong. Setelah matang, adonan dipotong sesuai keinginan.

Dodol Aceh memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari jenis dodol lainnya. Teksturnya lebih kenyal dan padat, tidak selengket dodol biasanya. Hal ini karena penggunaan tepung ketan yang memberikan tekstur yang lembut. Rasa manis khas Dodol Aceh berasal dari penggunaan gula merah sebagai pemanis, memberikan sentuhan manis yang memikat.

Selain Dodol tradisional, terdapat berbagai varian Dodol Aceh yang menawarkan rasa dan tekstur yang berbeda. Salah satunya adalah Dodol Salak Aceh yang menambahkan biji salak dalam adonan, memberikan rasa yang unik. Ada pula Dodol Kacang Aceh yang mengandung kacang tanah untuk sensasi crunchy. Varian-varian ini menambah variasi bagi para penggemar dodol untuk menikmati rasa baru.

Dodol Aceh menjadi salah satu oleh-oleh yang banyak dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Kemasannya yang menarik menjadikannya pilihan sempurna untuk dibagikan kepada teman, keluarga, atau rekan kerja. Selain itu, rasa dan tekstur uniknya membuatnya menjadi camilan yang diidamkan oleh banyak orang.

Dodol Aceh juga mengandung khasiat dan nutrisi yang baik. Kelapa parut di dalamnya mengandung lemak sehat yang memberikan energi dan menjaga kesehatan jantung. Gula merahnya mengandung zat besi dan kalsium yang baik untuk tulang dan sistem kekebalan tubuh. Namun, karena kandungan gula dan lemak yang tinggi, disarankan untuk mengonsumsi Dodol Aceh dengan bijak dan tidak berlebihan.

Dodol Aceh, sebagai camilan tradisional yang sangat terkenal di Aceh, dengan keunikan rasa dan teksturnya serta berbagai varian menariknya, menjadi favorit banyak orang. Jika berkesempatan mengunjungi Aceh, jangan lewatkan untuk mencicipi dan membawa pulang Dodol Aceh sebagai oleh-oleh yang lezat!

  • 20. Sie Masak Puteh

Sie masak puteh yang satu ini berbeda dari makanan khas lainnya di daerah tersebut. Biasanya, masakan tradisional Aceh kental dengan campuran rempah-rempah dan merica. Ini terlihat dari warna merah kecoklatan yang menunjukkan keberagaman rempah dan cabai yang menyatu dalam masakan.

Tetapi, ada perbedaan mencolok pada kuliner yang disebut gulee sie masak puteh ini. Dalam hal warna, masakan ini berbeda karena memiliki warna putih. Selain itu, rasanya juga berbeda dari gulai biasa. 

Jika masakan khas Aceh lainnya cenderung memiliki dominasi rasa asam dan pedas, masakan daging kari yang kental ini memiliki rasa gurih. Sehingga, resepnya cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak karena rasa gurihnya yang tidak pedas dapat meningkatkan nafsu makan mereka. Mungkin saja, si anak akan ingin menambah porsi makan berulang kali.

Dari namanya saja, terbayang bahwa masakan ini memiliki warna putih. Beberapa orang menyebut gulee sie masak puteh ini dengan nama lain seperti gulee puteh atau kari putih. Ada yang juga menyebutnya gulee korma atau gulai masak kurma, meskipun sebenarnya tidak menggunakan kurma sebagai bahan atau bumbu.

Pada pandangan pertama, gulee sie masak puteh ini mirip dengan opor di Jawa karena warnanya yang pucat. Namun, sebenarnya tidak serupa dengan opor. Masakan kari khas Aceh ini sangat terkenal di Serambi Mekkah karena memiliki rasa yang sangat khas dan disukai oleh siapa pun.

Keistimewaannya, masakan ini dapat dipadukan dengan berbagai bahan baku seperti daging sapi, ayam, bebek, atau ikan. Yang unik, meskipun menggunakan ikan atau bebek, tidak ada aroma anyir yang tercium pada masakan tersebut. Kehadiran banyak rempah dan bumbu aromatik menutupi aroma anyir pada ikan atau bebek sehingga memberikan aroma harum yang khas.

Kuliner warisan Aceh ini benar-benar lezat. Perpaduan bumbu rempah dan santan yang gurih menyatu dengan sempurna. Hingga saat ini, masakan ini masih sangat populer dan menjadi hidangan sehari-hari yang mudah ditemui di setiap rumah atau restoran. Gulee sie masak puteh ini juga tetap dihormati karena menjadi hidangan wajib dalam berbagai perayaan, acara besar, dan momen spesial dalam kehidupan keluarga Aceh.

  • 21. Bu Guri

Bu Guri atau Nasi Gurih Aceh merupakan sajian yang tak terlupakan ketika membicarakan kekayaan kuliner Indonesia.

Sebagai ikon dari Aceh, hidangan ini menggabungkan cita rasa gurih dari santan dan harmoni rempah-rempah yang menyelip dalam setiap sendoknya.

Nasi Gurih Aceh merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan provinsi Aceh, Indonesia. Nasi ini dipersembahkan dengan beras berkualitas tinggi yang disulap dengan santan yang kental, serta diperkaya dengan sentuhan rempah khas Aceh, seperti serai, lengkuas, dan jintan.

Lebih dari sekadar nasi yang matang secara sempurna, Nasi Gurih Aceh menawarkan paduan sempurna dengan hidangan pendampingnya.

Sajian Nasi Gurih Aceh kerap disandingkan dengan rendang daging sapi yang lembut dan meresap dengan cita rasa rempah yang kaya.

Proses memasak rendang ini memakan waktu lama untuk memastikan bahwa rasa rempahnya meresap sepenuhnya ke dalam daging.

Tak hanya itu, sayur lodeh dengan aneka sayuran segar dan kuah santan memberikan kenikmatan yang luar biasa. Kekhasan Nasi Gurih Aceh terletak pada keberagaman komponen yang menyatu dalam satu hidangan.

Telur dadar yang lembut dan gurih serta sambal pedas yang memberikan sentuhan pedas yang tak tertandingi menjadi tambahan yang tak terpisahkan, menambah keistimewaan hidangan ini.

Setiap penyajian Nasi Gurih Aceh memiliki keunikan tersendiri, mencerminkan sentuhan kreativitas para koki dalam menyajikan hidangan yang kaya dan beragam rasa.

Rasakan harmoni rasa lengkap dari Nasi Gurih Aceh dengan menikmati setiap hidangan pendampingnya, mulai dari rendang hingga sayur lodeh.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi sambal pedas yang akan memberikan sensasi kepedasan yang pas di lidah Anda.

Ketika menikmati hidangan ini, coba bayangkan aroma khas Aceh serta kekayaan budayanya yang tercermin dalam setiap suapan.

Nasi Gurih Aceh adalah salah satu kekayaan kuliner Nusantara yang patut dihargai. Dari beras pilihan hingga perpaduan rempah yang cermat, setiap elemen hidangan ini menceritakan kisah cita rasa khas Aceh yang tak terlupakan.

Bagi para penggemar kuliner, menjelajahi kelezatan Nasi Gurih Aceh adalah pengalaman yang tak terlupakan yang membawa Anda masuk ke dalam dunia kekayaan cita rasa Indonesia.

  • 22. Eungkot Paya

Eungkot Paya adalah salah satu kuliner menarik di Indonesia. Kuliner ini berasal dari Kota Aceh. Masakan Aceh memang sangat terkenal. Umumnya hidangan khas aceh memiliki dua rasa dominan, yakni asam dan juga pedas.

Salah satu masakan khas Aceh yang sangat terkenal adalah gulai mereka. Gulai ini adalah warisan kuliner masyarakat Aceh. Bahkan hingga saat ini, masakan ini masih cukup mudah untuk dijumpai.

Nama dari gulai ini sendiri memiliki arti ikan payau. Bakan bakunya adalah salah satu ikan yang sering ditemukan di sungai atau rawa air tawar.

Lazimnya, gulai ini menggunakan ikan gabus atau yang dalam bahasa Aceh adalah eungkot seungko ataupun krep. Cita rasa dari kuliner Aceh ini kaya akan rempah-rempah dengan campuran santan yang tidak terlalu pekat sehingga sangat segar.

Adapun Anda juga bisa membuat masakan khas Aceh ini di rumah. Cara memasaknya pun sebenarnya cukup mudah.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan ikan air tawar, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, ketumbar, garam, dan kunyit.

Agar ikan yang Anda gunakan tidak mengeluarkan bau amis, cucilah ikan dengan air perasan jeruk nipis. Ini sudah terbukti ampuh mengatasinya.

Cuci ikan dan lumuri dengan garam dan perasan jeruk nipis. Setelah itu, gunakan rempah yang sudah dihaluskan.

Barulah masak semua bahan masakan dengan api kecil dalam waktu yang lama. Dengan demikian, gulai khas Aceh siap disajikan.

  • 23. Ruti Cane

Ruti cane atau roti canai adalah kue tradisional Aceh. Roti canai ini merupakan camilan khas yang mendapatkan pengaruh dari budaya Arab.

Makanan khas Aceh satu ini terbuat dari tepung terigu, mentega, dan juga telur. Bentuknya pipih seperti roti maryam dan biasa disajikan dengan madu, gula ataupun SKM.

Anda pasti sudah tidak asing dengan roti canai atau ruti canai. Ternyata, ini adalah kuliner khas Aceh yang sudah banyak dijual di pasar dan kaki lima.

Roti canai khas Aceh ini seringkali dijadikan dengan topping manis ataupun gurih. Ternyata, Anda bisa membuatnya sendiri.

Pertama, siapkan terlebih dahulu bahan-bahan pembuatannya, yakni tepung terigu, air, SKM, garam halus, mentega, dan madu.

Cara membuatnya pertama siapkan wadah, masukkan garam, SKM, dan air, kemudian aduk rata. Tambahkan tepung terigu dan mentega, aduk rata.

Masukkan air sedikit demi sedikit sambil menguleni adonan. Tunggu hingga menjadi elastis, kemudian diamkan adonan hingga 30 menit sebelum digoreng.

Setelah menunggu, potong dan bentuk adonan menjadi beberapa bagian. Buat adonan bulat dan giling hingga lebih tipis.

Olesi mentega di bagian atas hingga merata dan guling memanjang hingga bulat, setelah itu pipihkan lagi. Panggang dengan api kecil hingga adonan berwarna kuning kecoklatan.

Setelah itu, roti cane siap disajikan dengan topping pilihan, seperti madu, SKM, coklat, dan lainnya sesuai dengan selera.

  • 24. Sate Matang

Sate Matang adalah makanan khas Aceh yang mampu menggugah selera dan memiliki cita rasa “nagihi”. Kuliner berbahan daging kambing ini tidak jauh berbeda dengan sate pada umumnya. Hanya saja, menggunakan bumbu khas Aceh.

Anda bisa menjumpai keberadaan sate ini di Bireuen, Aceh. Lokasi tepatnya adalah di Kota Kecamatan Matang Geulumpang Dua. Untuk mencapainya, harus menempuh jarak sekitar 8 km. Dari nama kota kabupaten inilah yang mendasari penamaan sate Aceh ini.

Saat mendengar makanan yang bernama “sate”, pasti pikiran kita langsung tertuju pada sate pada umumnya. Hal ini benar, karena proses pengolahan kuliner ini memang tak jauh berbeda.

Sebenarnya, bahan dasar sate adalah daging kambing. Namun, mengingat harganya yang cenderung naik, alternatifnya adalah menggunakan daging sapi.

Sate ini merupakan satu-satunya kuliner Aceh yang diakui oleh UNESCO. Keunikan saat penyajian menjadi faktor utama sate khas Aceh masuk dalam list kuliner warisan dunia. Keunikan ini adalah pembeda sate khas Aceh dengan sate pada umumnya.

Selain bumbu kacang, ada kuah kaldu soto sebagai pelengkapnya. Perpaduan antara kuah kaldu soto yang gurih dengan manisnya bumbu kacang memberikan cita rasa lezat tiada tara. Bukan tidak mungkin akan ketagihan lagi jika sudah pernah mencicipinya.

Sate ini hanyalah satu dari sekian kuliner Aceh yang kelezatannya mampu menggoyang lidah. Semuanya memiliki cita rasa khas tiada duanya dan 100% otentik, yakni kaya akan rempah dan rasanya sedikit lebih tajam.

  • 25. Bu Si Itek

Bu Si Itek adalah salah satu makanan khas Aceh yang menjadi kuliner wajib coba ketika berkunjung ke Aceh. Tidak akan sulit menemukannya. Cukup menuju ke pusat Kota Juang, Bireuen. Kebanyakan penjaja Bu Si Itek mulai menjajakannya pada sore hari.

Dalam terjemahan Bahasa Indonesia, Bu Si Itek berarti nasi gulai bebek. Sama seperti olahan gulai pada umumnya, Bu Si Itek juga menggunakan santan kental sebagai kuahnya. 

Umumnya, kuliner khas Aceh sarat akan rempah, sehingga cita rasanya pun lebih tajam daripada kuliner daerah lain. Satu hal yang pasti yaitu, kelezatan rasa Bu Si Itek membuat siapa saja enggan menyudahi untuk menyantapnya.

Bahan dasar gulai adalah daging itik. Namun, sama sekali tidak tercium amis itik pada masakan Si Itek. Selain rempah-rempah, masakan ini menggunakan bumbu aromatik. Bau harum dari bumbu bisa menyamarkan bau amis dari daging itik.

Wangi paling kentara berasal dari daun kari dan pandan. Kedua daun tersebut adalah sebagai pengikat setiap potongan bebek yang menjadi bahan dasar Si Itek.

Ada lagi tambahan bumbu berupa jintan dan ketumbar. Kedua bumbu tersebut ampuh sebagai penghilang bau amis.

Ada 2 varian Bu Si Itek. Jika suka pedas, pilih varian meurah. Varian ini memiliki kuah berwarna merah yang berasal dari bumbu cabe merah.

Varian lainnya adalah puteh. Nasi gule bebek yang satu ini tidak pedas dan memiliki warna putih.

Tidak perlu merogoh dompet terlalu dalam untuk mencicipi kelezatan Bu Si Itek. Harga per porsinya mulai Rp13.000.

  • 26. Martabak Aceh

Martabak Aceh merupakan salah satu kuliner khas Aceh bentuknya hampir sama seperti martabak telur biasanya. Namun, yang membedakan dengan martabak umumnya dalam pembuatannya, sebab kocokan telur membungkus kulit dari martabaknya.

Meskipun memiliki nama yang mirip dengan martabak manis atau martabak telur yang umum di Indonesia, Martabak Aceh adalah hidangan yang unik dengan cita rasa khas.

Asal-usul Martabak Aceh dapat ditelusuri ke pengaruh budaya dari berbagai bangsa yang pernah berinteraksi dengan Aceh, terutama pengaruh dari India, Timur Tengah, dan Tiongkok. Hidangan ini awalnya dikenal sebagai “martabak” atau “martabak Arab” karena kemiripannya dengan hidangan serupa dari Timur Tengah. 

Namun, seiring waktu, Martabak Aceh telah mengalami modifikasi dan penyesuaian rasa yang lebih khas dengan bumbu-bumbu dan rempah-rempah khas Aceh.

Martabak Aceh menggunakan topping berbeda dari varian biasanya. Telur, daging sapi cincang, bawang merah, bawang putih, cabai, daun bawang, dan seledri dicampur menjadi adonan yang menjadi isi martabak.

Kulitnya lebih tipis dibandingkan dengan martabak biasa. Terbuat dari campuran tepung terigu, telur, dan air yang diaduk halus dan dibentuk bulat. Kekhasan lainnya terletak pada teksturnya yang lembut, berkat pengolahan adonan kulit yang teliti serta pencampuran isi martabak secara merata.

Martabak ini memiliki aroma rempah yang khas karena penggunaan berbagai bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai dalam penyajiannya.

Diolah dengan kuah dari kacang hijau, daging sapi, dan rempah-rempah, memberikan cita rasa yang berbeda dan lezat pada sajian ini.

Martabak Aceh bisa dinikmati di banyak tempat makan atau penjual kaki lima di Aceh. Jika berkesempatan mengunjungi Aceh, jangan lupa mencicipi martabak khas Aceh yang unik dan lezat ini.

  • 27. Asam Jing Takengon

Asam Jing Takengon merupakan makanan khas Gayo. Hidangan ini terkenal dengan rasa yang unik dan cita rasanya yang khas.  Suku Gayo merupakan salah satu etnis di Aceh, terutama di bagian tengah provinsi tersebut, dengan pemukiman utama di tiga daerah: Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Budaya Gayo kaya akan masakan tradisional, di antaranya adalah masam jing.

Dalam bahasa Gayo, masam jing bermakna rasa asam dan pedas. Karakteristik utama dari masakan ini adalah gabungan rasa asam dan pedas yang kuat. Masam jing termasuk dalam jenis masakan berkuah dengan bahan utama menggunakan ikan, seperti mujair, nila, dan bandeng.

Masam jing diwarnai oleh rempah-rempah. Warna kuning kemerahan pada kuah masam jing diperoleh dari kunyit dan cabai merah. Untuk menyempurnakan rasanya, tambahan bahan seperti daun bawang, daun gegarang, kecombrang, buah andaliman, perasan jeruk sayur, kacang-kacangan, dan bahan lainnya juga sering dimasukkan.

Biasanya, masam jing dimasak dalam kuali tanah untuk mempertahankan cita rasa khasnya. Salah satu hal menarik dari masakan ini adalah semakin sering dipanaskan, terutama hingga kuahnya mengental, maka rasanya semakin lezat karena bumbu-bumbunya meresap ke dalam ikan.

Asam Jing Takengon biasanya disajikan dalam keadaan panas dan sering kali menjadi hidangan utama yang dinikmati bersama dengan nasi hangat. Kombinasi cita rasa rempah yang kaya dengan rasa asam yang menyegarkan membuatnya menjadi makanan yang sangat disukai oleh penduduk setempat maupun wisatawan yang ingin menikmati kelezatan kuliner tradisional Aceh.

Selain menawarkan cita rasa yang lezat, Asam Jing Takengon juga menjadi bagian dari warisan budaya yang berharga, menggambarkan kekayaan kuliner dari daerah Gayo yang patut dinikmati dan dijaga keberadaannya.

Itulah gambaran tentang masakan khas Gayo, yaitu masam jing. Bagi wisatawan yang mengunjungi Tanoh Gayo, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi masam jing ini, ya!

  • 28. Simeulue Lobster

Simeulue lobster merupakan makanan khas Simeulue di Provinsi Aceh yang bisa diolah menjadi aneka makanan dengan rasa lezat dan nikmat. Simeulue sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang memang terkenal akan wisata kulinernya. Bukan hanya itu saja, daerah ini juga terkenal sebagai kabupaten penghasil lobster terbanyak dan kaya akan cengkeh.

Karena itu tidak heran jika daerah ini menawarkan kuliner olahan lobster yang pastinya sangat lezat dan terkenal di kalangan masyarakat. Salah satu olahan lobster yang paling populer dan wajib Anda cicipi yaitu mie lobster. Makanan satu ini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan mie Aceh seperti umumnya. Namun olahan ini menggunakan tambahan lobster sebagai bahan utamanya.

Sesuai dengan namanya, mie lobster merupakan kuliner yang berisikan mie dan lobster yang dimasak dengan bumbu-bumbu yang lezat. Mienya sendiri pasti memiliki tekstur kenyal dan sudah memiliki cita rasa yang khas dan sangat lezat berkat bumbu-bumbunya. Kelezatannya semakin bertambah dengan adanya lobster yang berukuran besar dan memiliki daging lembut.

Lobsternya juga dimasak terlebih dahulu baik dengan cara goreng maupun rebus. Dalam proses memasaknya juga menggunakan bumbu sehingga pastinya daging lobster menjadi lebih sedap. Perpaduan mie yang kenyal, lobster yang besar dan bumbu yang super lezat pastinya mampu memanjakan lidah Anda. Karena itu jangan lupa mencicipinya saat Anda berkunjung ke Simeulue.

  • 29. Meuseukat

Meuseukat merupakan salah satu kue khas Aceh berupa dodol berwarna kuning dengan rasa yang manis dan teksturnya lembut serta kenyal. Orang-orang juga sering menyebut meuseukat sebagai dodol nanas karena dalam proses pembuatanya memang menggunakan buah nanas. Makanan ini sendiri terbuat dari bahan buah nanas, air jeruk, mentega, gula, air dan juga tepung terigu.

Pengolahan makanan khas satu ini memakan waktu yang cukup lama. Prosesnya, pertama nanas dan jeruk harus disaring terlebih dahulu agar halus dan tidak berserat. Setelah itu barulah bisa membuat adonan dengan bahan lainnya. Setelah itu, adonan akan dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk selama minimal 2 jam. Dalam proses pembuatannya juga tidak menggunakan pewarna tambahan.

Menariknya, warna meuseukat yang alami ini juga mengandung makna mendalam. Warnanya melambangkan hati masyarakat Aceh yang sangat memuliakan tamu. Baik itu dalam berperilaku maupun ketika menyajikan makanan. Masyarakat juga sering menyajikannya pada acara khusus terutama untuk menyambut tamu. Misalnya yaitu dalam acara pernikahan, momen hari raya, dan lainnya.

Kue ini juga sering menjadi hantaran dalam proses tueng dara baro atau menjemput pengantin wanita setelah pernikahan ke rumah pengantin pria. Dalam penyajiannya, masyarakat biasanya juga akan menghias meuseukat dengan bentuk bunga-bungaan lengkap dengan daun bahkan ukiran pintu rumah aceh yang terlihat indah. Dengan hiasan tersebut meuseukat akan terlihat lebih cantik.

  • 30. Pacri Nenas

Pacri nenas merupakan salah satu kuliner khas Aceh yang memiliki tekstur dan cita rasa unik. Hidangan satu ini berbahan dasar buah nanas segar. Berbeda dengan buah nanas pada umumnya yang menjadi pelengkap rujak, pacri nenas menggunakan rempah-rempah pilihan untuk menguatkan rasanya.

Mulai dari bawang merah dan putih, cabai, serai, salam, cuka, serta santan. Salah satu resep kunci dalam pembuatan pacri nenas adalah keberadaan kelapa sangrai. Campuran kelapa sangrai ini tak sekedar memberikan rasa gurih, tetapi mampu menghadirkan aroma wangi yang menggugah selera.

Secara fisik, kuah pada pacri nenas sekilas mirip kari. Mengingat warnanya yang merah kekuningan dengan tekstur sedikit kental. Namun, rasanya lebih bervariasi seperti pedas, asam, manis, dan gurih. Sehingga memberikan sensasi tersendiri ketika masuk ke mulut.

Di provinsi Aceh sendiri, pacri nenas menjadi salah satu hidangan khas dan banyak masyarakat temukan dalam berbagai acara. Umumnya, setiap ada perayaan pernikahan atau hajatan khitanan, pacri nanas selalu hadir dalam barisan menu wajib.

Selain cita rasanya yang lezat dan menyegarkan, kuliner ini juga mampu jadi penawar untuk segala makanan berlemak. Tak heran jika keberadaannya selalu berdampingan dengan gulai, sate kambing, rendang, atau nasi kebuli. Beberapa orang memilih menyantapnya sebagai menu penutup. Namun, ada juga yang menikmati pasri nenas bersamaan dengan nasi.

  • 31. Pisang Sale

Pisang sale merupakan salah satu cemilan tradisional khas Aceh. Cemilan satu ini sangat populer di Kabupaten Aceh Timur, yang tidak lain adalah daerah penghasil pisang terbesar. Secara tampilan, warna pisang sale memang tampak tidak begitu menarik. Namun, cita rasanya bisa membuat orang jadi ketagihan.

Perpaduan rasa manis dan sedikit asam sangat nikmat ketika menyentuh indera perasa. Daya tarik pisang sale juga terletak pada proses pembuatannya. Mereka harus melewati proses pengeringan dengan cara penjemuran atau pengasapan untuk memperoleh tekstur yang pas.

Prosesnya juga bertujuan untuk mengurangi kadar air di dalam pisang supaya tidak mudah berjamur. Lamanya waktu pengeringan akan sangat mempengaruhi karakteristik dari olahan pisang sale itu sendiri.

Selain itu, penting untuk kalian ketahui bahwa tidak semua jenis pisang bisa digunakan dalam pembuatan cemilan satu ini. Jenis pisangnya lebih khusus meliputi pisang raja, emas, raja, ambon, kepok, dan siem.

Di pasaran sendiri terdapat dua tipe pisang sale yakni varian kering dan basah. Pisang sale kering umumnya melewati tahap penggorengan setelah penjemuran. Sehingga tekstur luarnya tidak jauh berbeda dengan keripik pisang.

Pisang sale kering juga memiliki masa simpan lebih tahan lama. Sementara pisang sale basah langsung dikemas ketika sudah memperoleh tekstur yang pas setelah pengasapan. Teksturnya tampak lebih lebar, tebal, dan empuk. Namun, masa simpannya cenderung pendek serta mudah rusak.

  • 32. Masak Mirah

Masak Mirah menjadi salah satu masakan nusantara yang berasal dari Aceh. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali daerah. Masing-masing daerah memiliki ciri khasnya tersendiri, termasuk makanan khasnya. 

Dalam satu daerah tidak melulu hanya memiliki satu makanan khas saja. Terkadang dalam satu daerah memiliki berbagai macam masakan khas. Nah, masakan yang satu ini menjadi salah satu masakan khas dari Aceh.

Makanan yang satu ini biasanya akan mudah kamu temukan di pesta-pesta yang berada di Aceh. Biasanya makanan ini akan ada pada saat pesta perkawinan. Tidak hanya itu, di acara kenduri-kenduri lain juga bisa kamu temukan.

Selain itu, makanan ini juga bisa kamu temui ketika menjelang bulan puasa. Makanan ini memang menjadi makanan yang ditunggu-tunggu dalam setiap pesta, kenduri, atau acara lainnya.

Masakan ini memiliki bahan dasar daging sapi, daging kerbau, atau daging ayam kampung. Olahan ini biasanya akan ditambah dengan bubuk cabe merah. Bubuk cabe yang digunakan ini biasanya terbuat dari cabe yang telah dikeringkan.

Masakan ini memang  menjadi salah satu masakan lezat yang berasal dari Aceh. Makanan ini menjadi salah satu makanan yang memiliki rasa yang sangat lezat. Masakan ini dimasak dengan berbagai rempah yang cukup lengkap. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mencicipinya ketika berkunjung ke Aceh.

  • 33. Asam Drien

Asam Drien menjadi salah satu makanan khas Aceh. Aceh memang menjadi salah satu daerah yang kaya akan kuliner. Ada banyak sekali kuliner khas dari Aceh yang bisa kamu ketahui atau kamu nikmati.

Membahas tentang Aceh memang tidak akan ada habisnya. Daerah ini memiliki banyak hal yang cukup menarik untuk dibahas. Termasuk masakan khas yang satu ini.

Drien atau durian menjadi ciri khas dari masakan yang satu ini. Masakan gulai ini memiliki rasa durian yang khas. Karena memang menggunakan durian sebagai bumbunya.

Namun. tidak serta merta durian segar yang langsung dimasukkan ke masakan. Melainkan, durian yang sudah diasamkan. Nah, durian yang sudah diasamkan ini dijadikan bumbu masakan tersebut.

Masakan ini berupa kuah kental yang berisi sayur-sayuran. Masakan ini memang tidak dikenal luas di seluruh Aceh. Hanya sebagian wilayah Aceh saja yang mengenal masakan yang satu ini.

Masakan ini memiliki rasa yang cukup ‘kontroversial’. Mengingat, yang menyukai makanan ini akan menyukainya, apalagi jika merupakan penikmat buah durian. Namun, tidak sedikit orang yang tidak suka ketika melihat dan merasakan masakan yang satu ini.

Tapi, makanan ini memiliki cita rasa unik. Setidaknya kamu harus merasakan masakan ini sekali dalam seumur hidup. Namun, untuk kamu yang tidak menyukai durian pastinya akan lebih baik jika tidak merasakan masakan ini.

  • 34. Cah Peuraga

Sambal oen peugaga menjadi salah satu makanan khas Aceh. Kamu bisa menemukan banyak sekali makanan khas dari Aceh. Aceh memang menjadi salah satu daerah yang bisa kamu eksplore terkait dengan kulinernya.

Indonesia memang kaya akan kuliner. Hampir setiap daerah pasti memiliki makanan khas. Bahkan tidak jarang satu daerah memilih lebih dari satu masakan khas.

Aceh misalnya, daerah ini memiliki banyak makanan khas. Salah satunya adalah sambel tersebut. Nah, berikut ini adalah hal menarik dari sambal yang bernama oen peugaga.

Nama makanan ini memanglah sambal. Namun, untuk bentuknya lebih mirip urap. Oen peugaga sendiri terbuat dari banyak sekali macam daun.

Ada sekitar 40 macam daun yang digunakan untuk membuat sambal yang satu ini. Hal ini menjadi salah satu keunikan dari sambal yang satu ini. Pastinya tidak banyak sambal yang menggunakan 40 an jenis daun.

Bahan utama dari oen peugaga adalah daun pegagan. Seperti yang kita tahu, daun pegagan sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit. Bahkan daun yang satu ini menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk kosmetik.

Nah, itulah keunikan dari kuliner sambal khas Aceh ini. Pastinya kamu harus mencobanya ketika kamu datang ke Aceh. Makanan yang satu ini memang menjadi salah satu makanan yang layak untuk dicoba.

  • 35. Pengat Depik

Pengat Depik merupakan makanan khas Aceh Tengah yang berbahan dasar ikan depik. Ikan Depik sangat langka karena populasinya hanya hidup di Danau Laut Tawar Takengon, Aceh Tengah. Hidangan yang berbahan utama ikan depik ini memiliki rasa agak pedas dan asam. Ikan kecil sejenis Ikan Bilih dari Danau Singkarak, Sumatera barat ini memiliki ukuran 7-8 cm.

Depik memiliki cita rasa khas gurih dan tidak berbau anyir saat akan diolah. Bahkan tidak perlu dibersihkan atau dibelah bagian perutnya. Lantaran perut ikan ini hampir tidak ada kotorannya, sebab makanan hanya jenis hydrilla yang hidupnya di dasar danau.

Ikan depik yang segar atau kering bisa dengan mudah ditemui di pasar-pasar tradisional maupun di pinggir jalan daerah dekat dengan Danau Laut Tawar. Ikan ini bahkan seperti tidak ada habisnya dan bisa diolah menjadi beragam varian masakan, seperti depik balado, depik goreng telur, depik tangkap, dan lain sebagainya.

Olahan masakan berbahan dasar ikan depik ini yang paling populer adalah hidangan depik Pengat. Rasa gurih ikan depik berpadu dengan bumbu dan rempah. Hal ini membuat depik Pengat memberikan rasa spesifik dan khas yang tidak akan didapati di daerah lainnya. Cara membuatnya juga tidak terlalu sulit dan bumbu-bumbunya mudah didapatkan.

Hanya perlu ikan depik segar dan bumbu rempah di dapur, yakni cabai merah atau bisa hijau, bawang merah, kunyit, jeruk nipis, tomat kecil, buah andaliman, dan garam. Dari bumbu ini akan menghasilkan hidangan depik pengat, jenis kuliner asam, manis, dan pedas.

  • 36. Boh Itek Teupeuleumak

Boh Itek Teupeuleumak merupakan sebutan hidangan telur asin di daerah Aceh. Sebutan ini juga diartikan sebagai hidangan telur bebek masak santan yang lezat dan gurih. Pada dasarnya, telur asin saja akan terasa nikmat jika dipadukan dengan nasi panas dan kuah pliek.

Sajian ini selalu ada di antara hidangan baik di acara kenduri atau pesta. Bahkan, Anda bisa menemukan hidangan ini disajikan di rumah makan khas Aceh. Cara pengolahan yang cenderung unik dan rasa enak membuat makanan satu ini banyak diminati masyarakat. Tidak hanya di Aceh, tetapi di seluruh Tanah Air, telur asin tetap menjadi primadona.

Hidangan ini memiliki nama lain, yakni telur asin, telur bebek masak santan, hingga lemak telur bebek. Hidangan ini mudah untuk dimasak sendiri, bahan-bahan yang diperlukan juga sangat terjangkau.

Cukup siapkan 5 butir telur bebek matang, 3 lembar daun jeruk, 1 batang serai, 5 lembar daun kari, 4 buah cabai rawit, santan secukupnya, serta garam secukupnya. Nah, untuk bahan halusnya, siapkan  6 siung bawang merah, 4 butir bawang putih, 1 ruas jahe, 1 ruas kunyit, 4 buah asam sunti, dan 10 cabai rawit sesuai selera.

Cara pembuatannya cukup mudah dan simpel, Anda hanya perlu menghaluskan bumbu halus, masak dalam wajan, tumis sebentar, tambahkan santan, gula, garam, lalu masak hingga mendidih. Setelah mendidih masukkan telur bebek dan tunggu hingga matang dan angkat. Hidangan ini bisa menjadi salah satu inspirasi hidangan dari Aceh yang Anda coba.  

  • 37. Apam

Apam merupakan hidangan yang berasal dari Aceh dan berupa makanan camilan atau kue yang bahan pembuatannya berasal dari tepung beras dan disuguhkan dengan kuah santan berisi nangka. Anda bisa merasakan rasa gurih dari kuah santan dan manis dari nangka.

Makanan ini sendiri merupakan makanan khas masyarakat Aceh, lebih tepatnya di Kabupaten Pidie. Dahulu, makanan yang dibakar menggunakan kuali tanah dan sabut kelapa ini hanya bisa dijumpai ketika bulan Ramadhan dan Bulan kenduri apam atau Bulan Rajab. Namun, sekarang makanan ini bisa kita temui di beberapa gerai makanan dan warung kopi.

Cara pembuatan hidangan ini tidak susah dan tidak memerlukan banyak bahan. Terbuat dari campuran tepung beras, air kelapa, air putih, garam, gula pasir, dan tepung beras. Bila dimasak secara tradisional menggunakan pinggan tanah kecil dan dengan kayu bakar. Sekarang ini, banyak yang memasaknya menggunakan wajan aluminium, menggunakan kompor gas.

Umumnya, makanan ini dihidangkan dengan kuah tuhe atau kuah kolak santan yang manis. Kuah tuhe bisa dibuat terpisah dan berisi campuran santan, gula, dan potongan pisang atau ubi atau ubi yang dimasak bersamaan. Makanan ini juga bisa dimakan polosan dengan kelapa kukur yang ditambah gula.

Masakan khas Aceh ini yang dianggap baik memiliki permukaan berlubang-lubang sedang dan bagian belakangnya tidak hitam dan rata.

  • 38. Pulot

 

Pulot merupakan salah satu jajanan khas Aceh. Sekilas dilihat bentuk jajanan tersebut mirip dengan timphan, ikan pepes atau terasi, ataupun beulacan. Ketika liburan ke Aceh salah satu tempat yang paling banyak menjual kuliner khas tersebut berada di Kabupaten Aceh Besar. Lebih tepatnya berada di Desa Lam Ara cut, Samahani, Aceh Besar.

Olahan tersebut sangat lezat dicicipi langsung setelah selesai dipanggang. Biasanya jajanan khas tersebut akan dipanggang menggunakan arang. Supaya cita rasa dari jajanan khas Aceh tersebut lebih nikmat biasanya dipadukan dengan air tebu, kopi bisa, atau teh. Orang-orang Aceh dan sekitarnya menikmati jajanan tersebut ketika sore hari bersama keluarga.

Untuk pembuatannya juga terbilang mudah untuk Anda coba. Bahan utama yang digunakan adalah beras ketan putih kemudian santan, gula kemudian garam serta daun pisang untuk membungkusnya. Pertama nantinya campurkan semua bahan kemudian aduk sampai merata.

Setelah selesai, bungkus adonan tersebut menggunakan daun pisang sama seperti ketika kita hendak membuat pepes. Langkah terakhir dalam pembuatan jajanan khas adalah panggang menggunakan Arang. Tunggu sampai makanan tersebut benar-benar matang.

Aroma adonan tepung beras ketan, santan, gula, dan garam tersebut ketika dipanggang sungguh sangat nikmat. Sehingga memasuki proses pemanggangan saja, sudah membuat orang tertarik untuk mencicipi. Olahan khas Aceh tersebut nyatanya juga mempunyai cita rasa tersendiri bagi masyarakat.

  • 39. Kuah Tuhe (Peungat)

Kuah Tuhe (Peungat) merupakan salah satu kudapan legendaris yang berasal dari Aceh. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Aceh merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesia kaya akan budaya. Bukan hanya kekayaan budayanya saja, tetapi daerah tersebut juga mempunyai makanan khas dan legendaris dengan cita rasa yang lezat nan unik.

Jadi, saat berlibur ke Aceh tidak hanya berkunjung ke Masjid Besar Baiturrahman saja. Anda juga harus mencicipi beberapa olahan khas Aceh yang legendaris dan unik. Nama makanan tersebut sebenarnya juga sangat terkenal di Aceh. Penasaran sebenarnya seperti apa makanan legendaris bernama peungat ini?

Ketahuilah sebenarnya olahan tersebut merupakan santan. Di mana santan tersebut kemudian dicampur dengan daun pandan, pisang, dan gula. Umumnya olahan tersebut akan disiramkan tepat di atas kue apem ataupun serabi dengan tujuan menambahkan cita rasa manis.

Untuk waktu terbaik menyajikan olahan ini, tentunya kapan saja bisa. Ketahuilah bahwa tidak semua nama makanan tersebut juga merupakan santan yang dicampur dengan daun pandan dan pisang juga gula. Untuk Peungat yang berasal dari Gayo adalah olahan ikan yang dicampur dengan rebung. Nantinya ikan tersebut akan dimasak bersama bumbu sampai menyerap dan tidak ada kuahnya.

Lain halnya dengan Peungat yang berasal dari Kota Banda Aceh. Makanan tersebut berupa hidangan ketan yang ditambahkan dengan srikaya kemudian disiram dengan kuah santan dan campuran pisang.

Paduan antara legitnya ketan bercampur dengan manisnya srikaya menjadi rasa yang khas dan unik menggoyang lidah. Biasanya olahan tersebut disajikan ketika Maulid Nabi maupun acara pesta pernikahan.

  • 40. Boh Romrom

Boh romrom merupakan makanan khas Aceh yang memiliki bentuk unik seperti bola pimpong. Sekilas, kudapan ini seperti onde-onde yang ditaburi dengan kelapa parut.

Bahan dasarnya terbuat dari tepung ketan. Memiliki cita rasa yang manis, kenyal dan lembut. Karena rasanya yang enak inilah, hampir semua kalangan usia menyukainya. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga para lansia.

Di Aceh, boh romrom menjadi hidangan yang khas saat bulan puasa. Sebagian masyarakat menyantapnya saat berbuka puasa.

Boh romrom memiliki cara pembuatan yang cukup sederhana. Pertama, siapkan tepung ketan sebagai bahan utamanya. Setelah itu, campurkan sedikit garam. Tuangkan air panas secukupnya.

Campur dan aduk semua bahan secara merata hingga menjadi adonan. Supaya adonan menjadi lebih berwarna dan beraroma, tambahkan sari daun pandan secukupnya.

Setelah adonan sudah siap, bulat-bulat seukuran telur puyuh. Karena akan dimasukkan gula pasir atau potongan gula aren, buat lubang pada bagian tengahnya. Jika sudah, tutup kembali agar isian tidak keluar. Rebus sampai benar-benar matang.

Bila sudah mencapai tingkat kematangan sempurna, angkat dan tiriskan. Jangan lupa baluri dengan kelapa parut yang sudah ditambah sedikit gula. Boh romrom siap disajikan.

Untuk cara makannya sendiri, harus dimakan sekali suap, sehingga isian gula dalam boh romrom tidak muncrat keluar saat digigit.

Selain membuatnya sendiri di rumah, kita bisa membelinya di pedagang pinggir jalan karena sudah banyak yang menjualnya.

Lihat Juga:

Itulah beberapa kuliner atau makanan khas Aceh yang bisa anda coba ketika berkunjung ke Aceh. Semua makanan khas Aceh diatas disajikan di restoran tradisional Aceh.